Pelaksana Heri : "Dukungan Warga Mekarjati Jadi Kunci Rampungnya Jalan Usaha Tani di Kampung Iplik"
![]() |
| Foto : Proyek Jalan Usaha Tani di kampung Iplik Mekarjati yang rampung dikerjakan dengan baik |
Karawangsatu.com - Karawang | Riuh mesin pengangkut hasil panen kini terdengar lebih bersahabat di hamparan sawah Kampung Iplik, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Keluhan petani soal akses jalan perlahan menghilang setelah jalan usaha tani (JUT) berbahan beton berdiri kokoh dan siap digunakan.
Pembangunan JUT yang dikerjakan oleh CV KSA melalui Dinas Pertanian Kabupaten Karawang ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Lebih dari itu, proyek tersebut menjadi contoh pengelolaan dana publik yang mengedepankan transparansi serta partisipasi aktif masyarakat.
Dimulai pada Oktober 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp179,2 juta, pengerjaan jalan dilakukan selama 25 hari kalender. Selama proses berlangsung, masyarakat setempat turut mengawasi dan memberikan masukan secara langsung.
Pelaksana proyek dari CV KSA, Heri, menyampaikan bahwa keterlibatan warga justru menjadi kunci kelancaran pembangunan. Ia menilai kritik dan pengawasan masyarakat sebagai bentuk kepedulian agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.
“Kami sangat berterima kasih kepada warga Dusun Iplik. Dukungan dan pengawasan mereka membuat pekerjaan berjalan lancar, tepat waktu, dan hasilnya bisa langsung dimanfaatkan oleh para petani,” ujar Heri, Jumat (23/1/2026).
Dari sisi teknis, proyek ini juga telah melalui proses pengecekan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Hj. Resmi, meninjau langsung lokasi pada awal pekan ini untuk memastikan spesifikasi jalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Meski pengerjaan telah dinyatakan selesai 100 persen, pihak pelaksana tetap berkomitmen memberikan jaminan kualitas melalui masa pemeliharaan selama tiga bulan ke depan.
“Apabila ditemukan kerusakan kecil selama masa pemeliharaan, kami siap melakukan perbaikan secepatnya,” tambah Heri.
Bagi petani Kampung Iplik, keberadaan jalan beton ini menjadi jawaban atas persoalan lama. Sebelumnya, akses jalan tanah kerap menyulitkan proses angkut hasil panen, terutama saat musim hujan, sehingga biaya transportasi melonjak.
“Kami sangat bersyukur. Sekarang mengangkut padi jadi lebih mudah dan biaya bisa ditekan,” ungkap salah seorang petani setempat.
Pembangunan infrastruktur pertanian di Mekarjati ini menjadi gambaran nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat langsung bagi warga desa, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal yang selama ini terhambat oleh keterbatasan akses.
• Irfan Sahab

Post a Comment