Diduga Tak Transparan Kelola BUMDes, Warga Desa Medan Karya Angkat Suara
![]() |
| Ilustrasi (Ist) |
Karawangsatu.com - Karawang | Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Medan Karya, Kecamatan Tirta Jaya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sejumlah warga menduga adanya ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran dan laporan keuangan BUMDes yang hingga kini dinilai belum pernah dipaparkan secara terbuka kepada publik.
Kekecewaan warga mencuat setelah bertahun-tahun BUMDes berjalan tanpa laporan pertanggungjawaban yang bisa diakses masyarakat.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak pernah menerima informasi resmi terkait pemasukan maupun pengeluaran dana BUMDes.
“Kami tidak pernah mendapatkan laporan resmi terkait pemasukan dan pengeluaran BUMDes. Seharusnya ini terbuka karena menyangkut uang negara,” ujarnya, Rabu (26/2/2026).
Menurutnya, sejak awal pembentukan, BUMDes digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa. Harapan masyarakat kala itu cukup besar mulai dari membuka lapangan kerja hingga meningkatkan pendapatan asli desa.
Namun, dalam perjalanannya, transparansi yang dijanjikan dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau memang ada keuntungan, sampaikan ke warga. Kalau ada kerugian atau kendala, jelaskan secara terbuka. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan dan asumsi liar di masyarakat,” tambahnya.
Desakan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka meminta pemerintah desa dan pengelola BUMDes segera menggelar musyawarah desa terbuka untuk memaparkan laporan pertanggungjawaban secara rinci, termasuk sumber modal, unit usaha yang dijalankan, serta realisasi keuntungan atau kerugian.
Minimnya keterbukaan dinilai berpotensi memicu ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah desa. Padahal, sesuai prinsip tata kelola yang baik, BUMDes sebagai lembaga usaha yang mengelola dana desa semestinya mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BUMDes Desa Medan Karya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Masyarakat berharap polemik ini segera mendapatkan klarifikasi terbuka agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Lebih dari itu, warga ingin memastikan bahwa BUMDes benar-benar hadir untuk kesejahteraan bersama, bukan sekadar nama tanpa pertanggungjawaban.
• Askur

Post a Comment