Eks JI Medan Tegaskan Ukhuwah Wathaniyah, Seluruh Warga Negara Bersaudara, Radikalisme Musuh Bersama
Karawangsatu.com - Medan | Tokoh eks Jamaah Islamiyah (JI) Medan, Ustaz Ahmad Khumaidi, menegaskan bahwa seluruh warga negara Indonesia adalah saudara sebangsa yang terikat dalam ukhuwah wathaniyah. Karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas aparat keamanan.
“Seluruh warga negara Indonesia itu bersaudara. Inilah yang disebut ukhuwah wathaniyah. Kita semua punya tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian, serta mencegah paham radikalisme dan terorisme,” ujar Ustaz Ahmad Khumaidi saat menjadi narasumber dalam Dialog Cinta Tanah Air Melalui Kebersamaan bertema “Implementasi Nilai-Nilai Persatuan dan Kesatuan Guna Menjaga Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif dari Ancaman Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme”, Sabtu (8/2/2026).
Kegiatan yang digelar di Cafe Roemah Kayu, Jalan AH Nasution, Medan, ini dihadiri peserta dari kalangan eks Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan eks Jamaah Islamiyah (JI) Kota Medan. Dialog tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen kebangsaan para eks napiter dalam menjaga keutuhan NKRI.
Ustaz Khumaidi menekankan, keamanan merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa rasa aman, menurutnya, mustahil sebuah negara dapat berkembang dan sejahtera.
“Dalam Al-Qur’an dikisahkan Nabi Ibrahim AS berdoa agar negerinya dijadikan negeri yang aman. Ini menunjukkan bahwa keamanan adalah modal utama menuju kemakmuran. Tidak ada arti kemakmuran jika negara tidak aman,” tegasnya.
Ia juga menyatakan kesiapan kelompok eks JI untuk ikut berperan aktif menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan di lingkungannya masing-masing.
“Insyaallah kami siap menjaga Indonesia tetap aman dan terkendali. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tugas bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ustaz Amri, tokoh eks JAD Medan, menambahkan bahwa nilai persatuan dan kesatuan sejatinya telah menjadi ajaran fundamental dalam Islam. Umat diperintahkan untuk bersatu dan dilarang keras berpecah belah.
“Kesatuan adalah pangkal kesuksesan. Bangsa Indonesia bisa merdeka karena bersatunya seluruh elemen bangsa. Maka persatuan adalah hal yang mutlak bagi setiap warga negara,” kata Ustaz Amri.
Ia menyebut persatuan sebagai karunia dan nikmat besar yang harus dijaga bersama. Ada empat cara mensyukuri nikmat persatuan tersebut.
“Pertama saling mengenal, kedua saling memahami, ketiga saling tolong-menolong, dan keempat siap menanggung beban saudara kita. Jika ini kita jalankan, Indonesia akan menjadi bangsa yang hebat,” ungkapnya.
Diketahui, sehari sebelumnya, Jumat (6/2/2026), para tokoh eks JAD dan eks JI Kota Medan juga telah menggelar deklarasi bersama bertajuk “Implementasi Nilai-Nilai Persatuan dan Kesatuan Guna Menjaga Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif dari Ancaman Radikalisme dan Terorisme di Wilayah Kota Medan dan Sekitarnya”. Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para eks anggota kelompok radikal menegaskan komitmennya untuk meninggalkan paham kekerasan dan bertransformasi menjadi bagian dari solusi dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian bangsa.
• Rls/Red

Post a Comment