Satgas Saber Pangan Gaspol Jelang Ramadan–Idul Fitri 2026: 28.270 Pengawasan, Harga Mulai Terkendali
![]() |
| Foto : Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan Nasional tancap gas mengawal stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026. (Ist) |
Karawangsatu.com - Jakarta | Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan Nasional tancap gas mengawal stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, mulai dari Imlek, Ramadan 1447 Hijriah, Nyepi, hingga Idul Fitri.
Dalam kurun 5–25 Februari 2026, Satgas mencatat 28.270 kegiatan pemantauan intensif di seluruh Indonesia—sebuah operasi masif yang diklaim mulai berdampak pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis.
Ketua Pengarah Satgas yang juga Kabareskrim Polri, Syahardiantono, menegaskan pengawasan diperketat untuk menutup celah penimbunan dan permainan distribusi.
“Apabila ditemukan indikasi pelanggaran seperti penimbunan atau manipulasi distribusi, Satgas tidak akan segan menindak tegas sesuai hukum,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Laporan Meningkat, Pengawasan Kian Rapat
Berdasarkan Posko Pusat Satgas, pada periode 19–25 Februari terdapat 9.644 laporan kegiatan naik 154 laporan (1,62 persen) dibanding pekan sebelumnya (9.490 laporan) dan lebih tinggi dari pekan pertama (9.138 laporan). Rata-rata pengawasan pada pekan ketiga mencapai 1.378 laporan per hari.
Lima provinsi dengan laporan terbanyak selama 5–25 Februari adalah Jawa Barat (3.578), Kalimantan Selatan (2.388), Riau (2.224), Jawa Tengah (2.081), dan DKI Jakarta (1.622). Sasaran terbanyak adalah pedagang/pengecer (18.864 titik), disusul ritel modern (4.413) dan grosir/toko besar (2.804).
Ketua Pelaksana Satgas sekaligus Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyebut intensitas pengawasan berdampak langsung pada harga.
Telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabai merah besar dan keriting, bawang putih, serta beras medium dan premium dilaporkan menunjukkan tren penurunan meski sebagian wilayah Indonesia Timur masih berada di atas HET/HAP.
“Pemantauan masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti menekan harga sejumlah komoditas utama,” kata Ketut.
Minyakita dan Cabai Rawit Masih Jadi Sorotan
Sejumlah komoditas masih menjadi perhatian karena berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP), antara lain beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di kawasan yang sama.
Minyakita tercatat sebagai komoditas paling banyak diadukan melalui hotline. Harga cabai rawit merah juga masih di atas HAP, dipengaruhi faktor cuaca di sentra produksi.
Satgas bersama Bapanas melakukan stabilisasi pasokan cabai rawit merah melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) ke Pasar Induk Kramat Jati serta mendorong intervensi distribusi oleh BUMN pangan dan Perum Bulog termasuk kewajiban distribusi 35 persen DMO dari produsen minyak goreng/CPO eksportir. Harga HET Minyakita ditegaskan sebesar Rp15.700 per liter.
Teguran, Pencabutan Izin hingga Proses Pidana
Dari total 28.270 kegiatan, Satgas menindaklanjuti dengan 2.461 pengecekan distributor/produsen, 898 koordinasi pengisian stok kosong, dan 350 surat teguran kepada pelaku usaha.
Sebanyak 35 sampel diuji laboratorium untuk memastikan keamanan dan mutu pangan. Satu izin usaha direkomendasikan dicabut dan tiga izin edar dibatalkan.
Empat perkara pidana turut diproses aparat, antara lain penyelundupan daging ilegal (Polda Kepri), repacking beras SPHP (Polda NTB), serta produksi mi mengandung formalin/boraks dan peredaran makanan kedaluwarsa (Polda Jabar).
Satgas memastikan pengawasan akan diperkuat hingga puncak Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri 1447 H. Pemerintah menargetkan tiga hal: pasokan aman, distribusi lancar, dan harga terkendali.
Dengan tren laporan yang terus meningkat dan penindakan yang mulai terasa di pasar, publik kini menanti konsistensi pengawasan apakah stabilitas harga benar-benar terjaga saat permintaan melonjak di hari-hari besar keagamaan.
• NP

Post a Comment