Kematian Aktivis Buruh di Bekasi Dinilai Janggal, KAMI Karawang Minta Kasus Diusut Hingga Akar
![]() |
| Foto : Presidium KAMI Karawang, H. Elyasa Budianto |
Karawangsatu.com - Karawang | Kematian tragis aktivis buruh Ermanto Usman memantik keprihatinan sekaligus tanda tanya besar di tengah publik. Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus yang dinilai penuh kejanggalan tersebut.
Presidium KAMI Karawang, H. Elyasa Budianto, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ermanto Usman yang meninggal secara tragis menjelang waktu sahur beberapa waktu lalu.
“Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Elyasa, Kamis (5/3/2026).
Ermanto Usman diketahui merupakan aktivis buruh yang pernah tergabung dalam Serikat Pekerja JICT. Ia juga dikenal aktif menyuarakan berbagai persoalan perburuhan serta dugaan praktik korupsi di lingkungan Jakarta International Container Terminal (JICT).
Bahkan, beberapa waktu sebelum meninggal dunia, ia sempat menjadi narasumber dalam podcast Madilog yang membahas isu-isu perburuhan, termasuk dugaan korupsi di JICT yang menyeret sejumlah nama besar.
Sebelumnya, Ermanto Usman (65) ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin dini hari, 2 Maret 2026. Ia diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas).
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar rumahnya dengan mata lebam dan tubuh bersimbah darah. Sementara sang istri, berinisial P (60), ditemukan tergeletak di lantai dengan luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Primaya Kalimalang.
Dari lokasi kejadian, sejumlah barang berharga dilaporkan hilang, di antaranya gelang emas yang dikenakan korban serta dua kunci mobil. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami apakah peristiwa ini murni tindak kriminal pencurian dengan kekerasan atau terdapat motif lain di balik pembunuhan tersebut.
Elyasa menegaskan, pihaknya meminta Presiden Prabowo Subianto segera memerintahkan jajaran kepolisian untuk mengusut kasus ini secara serius dan transparan.
“Jangan hanya menangkap pelaku eksekutor di lapangan. Aparat penegak hukum harus berani mengungkap siapa aktor intelektual di balik peristiwa berdarah ini serta motif sebenarnya dari pembunuhan tersebut,” tegasnya.
Menurut Elyasa, sejumlah kejanggalan membuat publik sulit menerima jika kasus ini semata-mata dikategorikan sebagai perampokan atau pencurian dengan kekerasan.
“Kami menilai ada banyak hal yang perlu didalami. Pembunuhan ini terjadi tidak lama setelah almarhum menjadi narasumber dalam podcast yang membahas dugaan korupsi di JICT. Karena itu, sangat penting bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan transparan,” ujarnya.
KAMI Karawang menilai pengungkapan kasus ini tidak hanya menyangkut keadilan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum di Indonesia.
“Rakyat menunggu keberanian kepolisian untuk mengungkap tabir di balik peristiwa ini. Jika memang ada aktor intelektual di balik pembunuhan ini, maka harus dibongkar hingga ke akar-akarnya agar keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkas Elyasa.
• Irfan Sahab

Post a Comment