Polisi Tangerang Perketat Jalanan Dengan ETLE Handheld, Pelanggaran Langsung Terekam dan Ditindak
![]() |
| Foto : Lewat penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld, penindakan kini tak lagi bergantung pada kamera statis melainkan langsung di tangan petugas di lapangan. |
Karawangsatu.com - Tangerang | Satlantas Polres Metro Tangerang Kota mulai mengubah wajah penegakan hukum di jalan raya. Lewat penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld, penindakan kini tak lagi bergantung pada kamera statis melainkan langsung di tangan petugas di lapangan.
Langkah ini bukan sekadar modernisasi, tetapi juga sinyal bahwa ruang “mengelak” bagi pelanggar semakin sempit. Dengan perangkat genggam tersebut, polisi dapat merekam, memverifikasi, sekaligus mencetak bukti pelanggaran di tempat kejadian.
Kasatlantas Nopta Histaris Suzan menegaskan, digitalisasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas sekaligus akurasi penindakan.
“Penegakan hukum harus adaptif. Dengan sistem ini, prosesnya lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Berbeda dari ETLE statis yang hanya merekam dari titik tertentu, perangkat handheld bersifat mobile. Artinya, petugas bisa aktif berburu pelanggaran kasatmata—mulai dari tidak memakai helm, melawan arus, hingga parkir liar—di berbagai sudut kota.
Menurut Febby Septian, satu perangkat mampu menangkap hingga 50–60 pelanggaran dalam satu waktu operasional. Saat ini, dua unit telah diterjunkan, masing-masing dipegang oleh tim berbeda untuk memperluas jangkauan pengawasan.
“Begitu pelanggaran terlihat, langsung kami tindak. Tidak hanya ditilang, pelanggar juga diberi pemahaman di lokasi,” jelasnya.
Pendekatan ini menjadi pembeda penting. Jika ETLE statis cenderung pasif, ETLE handheld membuka ruang interaksi langsung antara petugas dan pelanggar—menggabungkan penegakan hukum dengan edukasi.
Data di lapangan menunjukkan, pelanggaran paling dominan masih berkutat pada kebiasaan lama: melawan arus, abai terhadap helm, dan parkir sembarangan meski rambu larangan terpampang jelas.
Namun, sejak penerapan sistem ini, tren kepatuhan mulai menunjukkan peningkatan.
Di balik teknologi, pesan yang ingin ditegaskan tetap sederhana: disiplin berlalu lintas bukan sekadar soal menghindari tilang, tetapi soal keselamatan.
Dengan ETLE di genggaman, aparat kini bergerak lebih cepat. Pertanyaannya, apakah pengendara juga siap berubah lebih cepat?
• ZuL

Post a Comment