KAHMI Karawang Diminta Jaga Independensi di Tengah Wacana Anggota Kehormatan
![]() |
| Foto : Dewan Pakar MD KAHMI Karawang, Lukman N. Iraz |
Karawangsatu.com - Karawang | Wacana penganugerahan Anggota Kehormatan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, memunculkan beragam respons. Dewan Pakar MD KAHMI Karawang, Lukman N. Iraz, menilai gagasan tersebut sebagai langkah positif, namun menegaskan pentingnya menjaga independensi dan objektivitas organisasi.
Menurut Lukman, dalam waktu kepemimpinan yang relatif singkat—sekitar satu tahun Bupati Aep telah menunjukkan arah kebijakan yang dinilai berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Beberapa program disebut sejalan dengan nilai dasar perjuangan HMI dan KAHMI, khususnya dalam isu keadilan sosial dan kemaslahatan umat.
“Keberpihakan kepada masyarakat kecil mulai terlihat, terutama melalui penguatan UMKM serta peningkatan anggaran pendidikan, termasuk Program Karawang Cerdas sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Lukman, Sabtu (25/1).
Namun demikian, Lukman juga mengingatkan bahwa apresiasi terhadap kepala daerah tidak boleh mengaburkan sikap kritis.
Ia menilai bahwa wacana anggota kehormatan harus diposisikan sebagai evaluasi objektif atas kinerja, bukan sekadar respons politis atau simbolik.
Di sektor infrastruktur dan pembangunan strategis lainnya, Lukman mengakui adanya progres yang mulai dirasakan masyarakat.
Meski demikian, ia menyebut bahwa masa kepemimpinan yang masih “seumur jagung” menuntut kehati-hatian dalam memberikan legitimasi organisasi sebesar KAHMI.
“Kinerja yang dirasakan publik patut diapresiasi, tetapi tetap perlu diuji secara berkelanjutan. Penghargaan jangan sampai melampaui proses evaluasi yang matang,” tegasnya.
Pernyataan Lukman ini sekaligus menjadi penanda bahwa KAHMI Karawang tidak ingin terjebak dalam euforia kekuasaan.
Ia menegaskan bahwa pandangannya merupakan kontribusi pemikiran, bukan keputusan organisasi, dan KAHMI tetap harus berdiri di atas nilai independensi, integritas, serta kontrol moral terhadap kekuasaan.
Wacana penganugerahan Anggota Kehormatan KAHMI kepada Bupati Karawang pun kini berada di persimpangan: apakah akan menjadi bentuk apresiasi atas kinerja awal, atau justru menjadi ujian bagi konsistensi KAHMI dalam menjaga jarak kritis dengan penguasa.
• Red

Post a Comment