Janji Program Rumah Layak Huni Mandek, Janda Miskin di Karawang Kehilangan Rumah
Karawangsatu.com - Karawang | Sebuah rumah milik warga di Dusun Jatimulya RT 09/04, Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, roboh setelah diguyur hujan deras yang turun sepanjang hari pada Senin (12/01/2026).
Peristiwa ini kembali membuka sorotan terhadap lemahnya realisasi program Rumah Layak Huni (Rulahu) di Karawang.
Pemilik rumah, Nengsih, mengaku bangunannya sebenarnya telah lama disurvei oleh pihak terkait dan dijanjikan akan mendapatkan bantuan Rulahu. Namun hingga bertahun-tahun berselang, bantuan tersebut tak pernah terealisasi, hingga akhirnya rumah yang ia tempati roboh diterjang cuaca ekstrem.
“Sebelum roboh rumah saya sudah disurvei. Katanya mau dibantu bangun rumah, tapi sampai sekarang tidak ada kabar,” ujar Nengsih kepada awak media.
Nengsih yang hidup seorang diri mengungkapkan, ia telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa. Namun upaya tersebut tak pernah membuahkan hasil. Setiap musim hujan, ia selalu dihantui rasa takut karena kondisi rumah yang bocor dan nyaris ambruk.
“Saya sudah capek, Pak. Sudah beberapa kali minta tolong tapi tetap begini. Saya perempuan sendiri, tidak ada suami. Sekarang pasrah saja,” ucapnya dengan suara lirih.
Kekhawatiran itu akhirnya menjadi kenyataan. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut membuat rumah Nengsih tak lagi mampu bertahan dan roboh seketika. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh bagian rumah mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak ditempati.
“Rumah saya roboh, Pak. Tolong dibantu. Saya hidup sendiri, janda, tidak ada yang menolong,” pintanya penuh kepasrahan.
Peristiwa ini memicu kekecewaan warga sekitar. Mereka berharap Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang lebih serius dan jeli dalam menjalankan program Rulahu, agar bantuan benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.
Warga menilai, program bantuan perumahan seharusnya bersifat preventif, bukan reaktif. Jangan sampai bantuan baru turun setelah rumah roboh dan warga lebih dulu menjadi korban akibat lemahnya sistem pendataan, pengawasan, dan realisasi di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak DPRKP Kabupaten Karawang terkait keterlambatan realisasi program Rulahu yang dialami Nengsih.
• Kojek

Post a Comment