Pendangkalan Muara Sungai Tengkolak Cilamaya Makin Parah, Nelayan Kesulitan Melaut
![]() |
| Kondisi Muara Tengkolak Cilamaya. |
KARAWANG – Aktivitas nelayan tradisional di kawasan Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, terganggu akibat pendangkalan parah di muara Sungai Tangkolak. Sedimentasi pasir di muara sungai tersebut menghambat pergerakan perahu nelayan saat berangkat maupun kembali melaut.
Pendangkalan muara memaksa nelayan menunggu air laut pasang untuk bisa melintas. Saat air laut surut, kedalaman aliran sungai hanya sekitar 20 sentimeter sehingga berisiko membuat perahu kandas.
Nelayan Tangkolak, Dama Saputra, mengatakan sedimentasi di muara Sungai Tangkolak semakin parah akibat pasir laut yang terbawa gelombang dan mengendap di aliran sungai.
“Gelombang laut membawa pasir masuk ke muara dan mengendap, sehingga aliran sungai semakin dangkal,” kata Dama, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi muara yang dangkal membuat nelayan harus bergantian saat keluar-masuk sungai menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Bahkan, nelayan kerap saling membantu dengan mendorong perahu agar tidak kandas.
“Kalau satu perahu lewat, perahu lain harus menunggu. Kadang kami harus mendorong perahu dari muara sampai ke TPI,” ujarnya.
Menurut Dama, pendangkalan muara Sungai Tangkolak saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen dari total lebar muara dan hampir seluruhnya tertutup sedimen pasir. Akibatnya, perahu nelayan berukuran di atas 5 Gross Ton (GT) sudah tidak bisa keluar-masuk muara.
Para nelayan berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan penanganan terhadap pendangkalan muara Sungai Tangkolak. Mereka menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian nelayan pesisir Tangkolak. (*)

Post a Comment