FLS3N 2026 Tirtajaya Siapkan Siswa SD Tampil Percaya Diri dan Berprestasi
![]() |
| Foto : Gelaran Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tahun 2026, Kamis (12/2). |
Karawangsatu.com - Karawang | Komitmen membangun generasi muda yang kreatif dan berdaya saing kembali ditegaskan Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, melalui gelaran Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tahun 2026, Kamis (12/2).
Ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung strategis untuk menggali potensi, membina karakter, sekaligus menjaring siswa-siswi berprestasi dari seluruh SD se-Kecamatan Tirtajaya. Beragam cabang seni diperlombakan, mulai dari Menyanyi Solo, Tari Kreasi/Seni Tari, Pantomim, Ilustrasi atau Gambar Bercerita, hingga Kreativitas Musik Tradisional/Ensambel Campuran.
Korwilcambidik Tirtajaya, H. Narmin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa FLS3N merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang menyeluruh.
“FLS3N ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menyalurkan bakat seni yang mereka miliki. Ajang ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, FLS3N 2026 dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Peserta berasal dari siswa kelas 1 sampai kelas 5, yang telah melalui proses seleksi di masing-masing sekolah.
Ia juga menyoroti tingginya antusiasme peserta tahun ini. “Animo siswa sangat luar biasa. Jumlah peserta meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya pengembangan bakat seni sejak dini semakin tumbuh, baik di kalangan sekolah maupun orang tua,” tambahnya.
Semangat serupa disampaikan Ade Yanwar, orang tua siswa SDN Sumurlaban I yang juga berprofesi sebagai guru. Ia mengapresiasi pelaksanaan FLS3N yang dinilainya konsisten membuka ruang ekspresi bagi anak-anak.
“Kegiatan ini sangat positif dan membangun. Kami berharap siswa, khususnya dari SDN Sumurlaban I, mampu melangkah lebih jauh hingga tingkat kabupaten bahkan provinsi. Ajang seperti ini menjadi motivasi besar agar anak-anak semakin giat belajar, berani tampil, dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kompetisi seni, FLS3N menjadi refleksi bahwa pendidikan dasar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pelestarian budaya. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, ruang-ruang seperti inilah yang menjaga akar budaya tetap hidup di kalangan generasi muda.
Melalui FLS3N 2026, Tirtajaya tidak hanya mengirimkan peserta lomba, tetapi juga menyiapkan generasi yang berani bermimpi, berani tampil, dan siap bersaing—tanpa meninggalkan jati diri dan kecintaan pada budaya bangsa.
• Kojek

Post a Comment