Jalan Berlubang di Pantura Jadi Cermin Gagalnya Perlindungan Negara atas Nyawa Rakyat
![]() |
| Foto : Ratusan warga Karawang demo jalan rusak yang telah memakan korban jiwa. (Ist) |
Karawangsatu.com - Karawang | Jalan berlubang yang setiap tahun merenggut nyawa warga di sepanjang jalur Pantura, khususnya di Kabupaten Karawang, kembali menuai sorotan tajam. Koordinator Forum Aktivis Islam, Ustaz Sunarto, menilai persoalan ini bukan semata soal infrastruktur, melainkan kegagalan serius negara dalam menempatkan keselamatan nyawa manusia sebagai prioritas utama.
Menurutnya, regulasi yang berbelit dan tumpang tindih justru berpotensi “membunuh” masyarakat secara tidak langsung.
“Semua harus paham, tidak ada satu pun nilai keduniawian yang bisa menggantikan nilai sebuah nyawa. Regulasi yang lambat, saling lempar tanggung jawab, itu nyata-nyata telah memakan korban,” tegas Sunarto, Selasa (…).
Tragedi Tahunan yang Dianggap Biasa
Sunarto menyesalkan tragedi kecelakaan akibat jalan rusak yang terus berulang dari tahun ke tahun, seolah telah menjadi peristiwa rutin yang dianggap biasa. Padahal, menurutnya, kejadian ini seharusnya menjadi alarm darurat nasional.
“Ini bukan kejadian baru. Sudah puluhan tahun berulang. Artinya, pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah seharusnya sudah sangat tahu apa yang harus dilakukan. Tidak ada alasan lagi untuk gagap,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa persoalan jalan berlubang bukan karena ketiadaan anggaran. APBN dan APBD, kata dia, tersedia dan cukup. Masalah utamanya terletak pada keseriusan, kecepatan, dan keberanian memangkas regulasi yang menghambat penyelamatan nyawa rakyat.
Desak Presiden hingga Kepala Daerah Bertindak Cepat
Forum Aktivis Islam mendesak para pengambil keputusan di level nasional dan daerah—mulai dari Presiden, Gubernur, hingga Bupati—untuk lebih sigap dalam memetakan risiko dan melakukan pencegahan jauh sebelum korban kembali berjatuhan.
“Jika ada aturan yang menghambat, pangkas. Jika ada regulasi tumpang tindih, ringkas. Jangan sampai regulasi yang panjang justru menjadi penyebab hilangnya nyawa, lalu di akhir hanya saling lempar tanggung jawab,” kata Sunarto.
Ia juga mendorong agar pemerintah segera duduk bersama lintas level dan sektor untuk merumuskan solusi konkret, bukan sekadar rapat seremonial tanpa tindak lanjut.
Jangan Tunggu Korban Berikutnya
Sunarto mengingatkan, di balik setiap angka kecelakaan terdapat kisah pilu keluarga yang kehilangan orang tercinta.
“Jangan sampai kisah duka keluarga A, B, C, dan seterusnya terus berulang. Negara harus hadir sebelum korban berikutnya jatuh,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Karawang dan Indonesia secara umum tidak kekurangan anggaran, melainkan kekurangan keberanian untuk bertindak cepat dan berpihak pada keselamatan rakyat.
Doa dan Harapan
Menutup pernyataannya, Sunarto menyampaikan harapan agar seluruh pemangku amanah diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“Semoga kita semua diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menjalani amanah yang diberikan Allah SWT, agar persoalan jalan rusak yang merenggut nyawa ini benar-benar bisa diselesaikan,” pungkasnya.
Kalau kamu mau:
versi lebih keras dan investigatif,
versi opini/tajuk rencana, atau
versi siap kirim ke media online/cetak (dengan panjang tertentu),
tinggal bilang saja. Aku siap poles 🔥

Post a Comment