Liga Jabar Istimewa 2026 Resmi Bergulir April, PSSI Jabar Siapkan Kompetisi Berjenjang KU-10 Hingga U-23 Putri
![]() |
| Foto : Workshop Liga Jabar Istimewa yang digelar di Gedung PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya 20, Bandung, Jumat (27/2/2026), dan dihadiri seluruh Askot/Askab PSSI serta klub anggota se-Jawa Barat. (Ist) |
Karawangsatu.com - Bandung | PSSI Provinsi Jawa Barat memastikan Kompetisi Sepak Bola Liga Jabar Istimewa akan resmi bergulir mulai April 2026. Kepastian itu mengemuka dalam Workshop Liga Jabar Istimewa yang digelar di Gedung PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya 20, Bandung, Jumat (27/2/2026), dan dihadiri seluruh Askot/Askab PSSI serta klub anggota se-Jawa Barat.
Workshop yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PSSI Provinsi Jawa Barat, Mohammad Jailani Saputra, memaparkan secara komprehensif aspek teknis kompetisi, mulai dari kategori usia, regulasi, format pertandingan hingga jadwal pelaksanaan.
Liga Jabar Istimewa 2026 akan mempertandingkan sejumlah kelompok umur (KU), yakni KU-10, KU-12, KU-14, KU-19, hingga kompetisi putri U-23. Skema berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi menjadi tulang punggung format kompetisi, dengan tujuan memperluas partisipasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.
KU-10 dan KU-12: Fondasi Pembinaan
Untuk kategori KU-10 (kelahiran 1 Januari 2016–31 Desember 2017), kompetisi diawali dari putaran kabupaten/kota yang menyesuaikan regulasi masing-masing daerah.
Selanjutnya, babak regional/zona akan diikuti 32 tim di setiap regional, sebelum 32 tim terbaik dari lima zona melaju ke putaran provinsi. Durasi pertandingan ditetapkan 2 x 10 menit tanpa jeda istirahat. Pelatih diwajibkan memiliki lisensi minimal D.
Skema serupa diterapkan pada KU-12 (kelahiran 1 Januari 2014–31 Desember 2015), dengan durasi pertandingan 2 x 10 menit. Penyeragaman format ini menunjukkan keseriusan PSSI Jabar dalam membangun fondasi pembinaan sejak usia dini secara terstruktur.
KU-14 dan KU-19: Kompetitif dan Berjenjang
Memasuki KU-14, format kompetisi lebih kompetitif. Sebanyak 32 tim akan diundi ke dalam delapan grup, masing-masing berisi empat tim, menggunakan sistem setengah kompetisi (round robin).
Dua tim terbaik tiap grup melaju ke babak 16 besar hingga final dengan sistem gugur (knock out). Durasi pertandingan 2 x 35 menit, dengan pelatih wajib berlisensi minimal C.
Adapun KU-19 juga menerapkan pola dua putaran: fase grup dengan sistem setengah kompetisi yang diikuti 32 tim (dibagi dalam delapan grup), dilanjutkan babak gugur mulai 16 besar hingga final.
Format ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus mempersiapkan pemain menuju level senior.
Menggeliatkan Sepak Bola Sepanjang Tahun
Plt Sekjen PSSI Provinsi Jawa Barat, Mohammad Jailani Saputra, menegaskan seluruh Askot/Askab dan klub anggota harus segera mempersiapkan tim sejak dini.
“Semua program ini untuk menggeliatkan persepakbolaan sepanjang tahun 2026. Karena itu, seluruh anggota PSSI Provinsi Jawa Barat harus mencatat dan menindaklanjuti hasil workshop ini,” tegasnya.
Dengan struktur kompetisi yang sistematis, regulasi lisensi pelatih yang lebih ketat, serta cakupan kategori yang luas termasuk sektor putri, Liga Jabar Istimewa 2026 diproyeksikan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum konsolidasi pembinaan sepak bola Jawa Barat secara menyeluruh dan berkelanjutan
• NP

Post a Comment