Dari Tanjung Priok ke Bandara, Menko Polkam Tekankan, Pelayanan Buruk Bisa Runtuhkan Kepercayaan Publik
![]() |
| Foto : Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, turun langsung meninjau kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di sejumlah simpul transportasi strategis, Selasa (17/3). |
Karawangsatu.com - Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, turun langsung meninjau kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di sejumlah simpul transportasi strategis, Selasa (17/3). Dua titik krusial yang disidak adalah Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Peninjauan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan jutaan pemudik yang akan pulang kampung saat Idul Fitri.
“Perencanaan sudah dilakukan jauh hari. Negara wajib hadir untuk memastikan masyarakat mudik dengan aman dan nyaman,” tegas Djamari di sela kunjungan.
Cek Armada hingga Respons Petugas
Di kawasan Kolinlamil Tanjung Priok, Djamari memeriksa langsung kesiapan kapal perang KRI BAC-593 yang disiapkan untuk mengangkut pemudik menuju berbagai daerah seperti Semarang dan Surabaya. Ia juga berdialog dengan penumpang yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
Menurutnya, program mudik menggunakan kapal TNI mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai membantu mengurangi beban transportasi darat sekaligus menekan kepadatan lalu lintas.
Namun fokus utama pengawasan tidak berhenti pada armada, melainkan juga pada manajemen layanan.
Kritik Tegas untuk Layanan Bandara
Saat meninjau Posko Terpadu Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Djamari menyoroti kualitas informasi yang diberikan petugas kepada penumpang, terutama terkait potensi keterlambatan penerbangan.
Ia mengingatkan bahwa kesalahan informasi sekecil apa pun dapat berdampak pada kepercayaan publik.
“Jangan sampai petugas tidak bisa menjawab atau memberikan informasi yang tidak pasti. Ini menyangkut kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya tegas.
Menurut Djamari, frontliner menjadi wajah negara di lapangan. Karena itu, kecepatan dan akurasi informasi menjadi kunci utama dalam pelayanan.
Jangan Lengah, Risiko Kecelakaan Mengintai
Dalam arahannya kepada petugas, Djamari menekankan pentingnya menjaga konsistensi kinerja selama periode mudik yang rawan kelelahan.
“Jangan lengah, jangan bosan, jangan lelah. Sekali lengah, risiko kecelakaan bisa terjadi. Semua kerja keras bisa sia-sia,” katanya mengingatkan.
Ia menegaskan bahwa pengamanan dan pelayanan mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata pengabdian negara kepada masyarakat.
Pemerintah Klaim Siap, Pengawasan Diperketat
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan langsung pemerintah untuk memastikan seluruh elemen—dari transportasi laut hingga udara—berjalan optimal selama puncak arus mudik dan balik Lebaran.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat setiap tahun, pemerintah dituntut tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga responsif dalam pelayanan di lapangan.
Pesan utama dari sidak ini jelas: kesiapan infrastruktur harus diimbangi dengan kualitas layanan. Sebab bagi pemudik, kenyamanan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga kepastian informasi dan rasa aman sepanjang perjalanan.
• NP

Post a Comment