Ngaku Pejabat Kejaksaan, Pria di Bogor Ditangkap Usai Kelabui Korban Berbulan-bulan
![]() |
| Foto : Jaksa gadungan (pakai seragam jaksa) saat berhasil diamankan tim Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. |
Karawangsatu.com - Bogor | Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat bergerak cepat menindak laporan masyarakat dengan mengamankan seorang pria berinisial IRV yang diduga kuat menyamar sebagai pejabat Kejaksaan RI. Penindakan dilakukan pada Selasa malam di wilayah Kabupaten Bogor, setelah tim memantau pergerakan pelaku menggunakan teknologi penginderaan intelijen.
IRV diamankan di kediamannya tanpa perlawanan. Setelah itu, ia langsung dibawa dan diserahkan ke Kepolisian Resor Depok untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Menyamar sebagai Pejabat Tinggi Kejaksaan
Dari hasil pemeriksaan awal, IRV diketahui menjalankan aksinya dengan mengaku sebagai jaksa berpangkat tinggi. Ia bahkan berani mengklaim menjabat sebagai Direktur Penyidikan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta hingga Direktur Penyidikan pada Jampidsus.
Untuk meyakinkan korban, pelaku melengkapi penyamarannya dengan atribut resmi. Tim Kejati Jabar menyita sejumlah barang bukti berupa seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) lengkap dengan tanda pangkat, pakaian bidang unit tindak pidana khusus, serta kartu identitas (ID card) Kejaksaan yang diduga palsu.
Modus Rayuan hingga Prewedding
Aksi penipuan IRV bermula sejak April 2025. Dengan identitas palsu sebagai jaksa, ia mendekati seorang perempuan yang kemudian menjadi korban. Mengandalkan penampilan meyakinkan dan jabatan fiktif, IRV berhasil membangun hubungan personal hingga menjanjikan pernikahan.
Bahkan, keduanya sempat melakukan sesi foto prewedding dengan pelaku mengenakan seragam kejaksaan, memperkuat kesan seolah ia benar-benar aparat penegak hukum.
Namun, seiring waktu, korban mulai mencurigai sejumlah kejanggalan. Untuk memastikan, korban mendatangi Kejaksaan Agung. Hasil klarifikasi menyatakan bahwa IRV tidak pernah terdaftar sebagai pegawai Kejaksaan RI.
Imbauan Kewaspadaan
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mencatut identitas aparat penegak hukum. Masyarakat diminta tidak ragu untuk melakukan verifikasi serta segera melapor jika menemukan indikasi serupa.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa atribut dan jabatan dapat dengan mudah dipalsukan untuk membangun kepercayaan. Di balik seragam, bisa saja tersembunyi niat kejahatan yang merugikan.
Proses hukum terhadap IRV kini berada di tangan pihak kepolisian, sementara Kejati Jabar memastikan akan terus meningkatkan pengawasan serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.
• Nupo


Post a Comment