![]() |
| Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Marwati, S.ST. |
KARAWANG — Di tengah pesatnya pertumbuhan industri sebagai daerah penyangga Jakarta dan Bandung, Kabupaten Karawang masih menghadapi persoalan serius di bidang kesehatan mental. Tercatat sebanyak 3.315 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berada di wilayah ini.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Marwati, S.ST., M.M., menyebutkan bahwa faktor pemicu gangguan jiwa didominasi tekanan ekonomi serta praktik kebatinan. Selain itu, mayoritas ODGJ yang ditangani berjenis kelamin laki-laki dan banyak berasal dari luar daerah Karawang.
“Saya juga kurang paham sumber datanya dari mana, tapi data itu valid seperti yang kami tangani,” ujarnya.
Marwati menjelaskan, sebagian besar ODGJ yang diamankan di lapangan bukan warga asli Karawang. Hal ini membuat pergerakan mereka sulit dipantau karena cenderung berpindah-pindah.
“Yang kami amankan kebanyakan dari luar Karawang, sehingga mobilitasnya tidak bisa diprediksi,” katanya.
Ia mencontohkan, dalam satu hari petugas menerima laporan keberadaan ODGJ di kawasan Bypass. Namun saat dilakukan penelusuran, yang bersangkutan sudah berpindah lokasi dan ditemukan di wilayah Tanjungpura.
“Pagi dilaporkan di Bypass, saat kami sidak sudah pindah dan ditemukan di Tanjungpura,” ungkapnya.
Saat ini, tercatat 14 ODGJ tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) hasil penanganan Dinas Sosial Karawang. Dari jumlah tersebut, delapan orang sudah teridentifikasi, sementara enam lainnya belum diketahui identitasnya.
“Yang terdata oleh kami adalah yang sudah kami tindaklanjuti,” jelas Marwati.
Ia menambahkan, proses identifikasi kerap mengalami kendala karena ODGJ sering memberikan informasi yang tidak konsisten saat ditanya mengenai identitas diri.
“Terkadang jawabannya nyambung, tapi sering juga berubah-ubah. Awalnya mengaku satu nama, lalu berubah lagi,” katanya.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan ini, termasuk upaya pencegahan, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial.
Dengan jumlah yang cukup besar, penanganan ODGJ di Karawang dinilai membutuhkan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga sosial dan ekonomi, agar persoalan ini tidak terus berulang di tengah masyarakat. (*)
