Iklan

terkini

Majelis ASTACITA Gelar Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan di Karawang

Mustapid
04 September 2026, 06:07 WIB Last Updated 2026-09-03T23:13:24Z
Pembacaan sholawat Albarjanji dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Majelis ASTACITA di Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang, Kamis (3/9/2026).


KARAWANG – Majelis ASTA CITA menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Dzikir Kemerdekaan bertema “JABAR (Jaga dan Rawat) Wujudkan ASTACITA” di Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.


Acara diawali dengan pengiriman doa untuk para pahlawan dan leluhur yang telah berjasa bagi Republik Indonesia. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan maulid, dzikir, doa bersama, dan tausiah agama.


Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Ahmad Kamil, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW serta meneladani kepribadiannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


“Ini momen yang baik untuk mendoakan bangsa dan negara kita, khususnya para pemimpin kita agar bisa memimpin dengan baik dan lancar,” ujar Ustadz Ahmad Kamil.


Ratusan peserta dari berbagai latar belakang hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari petani, guru, santri, ibu-ibu, tokoh agama, hingga kalangan masyarakat lainnya.


Dalam kesempatan itu, Ustadz Ahmad Kamil juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


“Menjaga ketertiban lingkungan bukan hanya tanggung jawab kepolisian saja, tapi juga kewajiban kita semua,” ujarnya.


Sementara itu, KH. Ahmad Muhsin Alhafidz dalam tausiah agamanya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT kepada umat manusia.


“Karunia terbesar umat manusia adalah adanya Nabi Muhammad yang hadir sebagai wasilah atau perantara antara kasih sayang Allah dengan kita semua,” ungkap KH. Ahmad Muhsin Alhafidz. 


Kiai Muhsin juga berpesan agar para jemaah untuk tidak ikut-ikutan dalam kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.


"Jangan ikut dalam gerakan-gerakan yang dapat menimbulkan kerusuhan. Kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan jangan dirusak oleh kita sendiri," tuturnya. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Majelis ASTACITA Gelar Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan di Karawang

Terkini

Iklan