Iklan

terkini

Dapat Nomor Urut 1, Hj. Wiwi Kurnia Serukan Persatuan, Desa Cengkong Harus Lebih Baik!

Mustapid
15 Oktober 2026, 14:11 WIB Last Updated 2026-10-15T07:33:54Z
Foto : Hj. Wiwi Kurnia resmi mengantongi nomor urut 1 dalam tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.


Karawang | Hj. Wiwi Kurnia resmi mengantongi nomor urut 1 dalam tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Nomor tersebut disambut antusias oleh para pendukungnya yang berharap pencalonan Wiwi menjadi awal perubahan bagi desa.


Pengundian dan pengambilan nomor urut calon kepala desa berlangsung di Kantor Kecamatan Purwasari dalam suasana tertib dan kondusif. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Purwasari, Kapolsek Purwasari, Plt. Kepala Desa Cengkong, jajaran Muspika, panitia Pilkades, serta para calon dan pendukung masing-masing.


Suasana semarak terlihat saat Hj. Wiwi Kurnia mengangkat bendera bertuliskan nomor urut 1. Sejumlah relawan perempuan yang mendampinginya turut mengacungkan jari telunjuk sebagai simbol nomor yang diperolehnya.


Hj. Wiwi juga didampingi suaminya, H. Mulyadi, S.E., anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai NasDem. Kehadiran Mulyadi menjadi bentuk dukungan keluarga terhadap langkah istrinya mengikuti kontestasi Pilkades Cengkong.


Usai pengundian, Hj. Wiwi menyampaikan rasa syukur atas nomor urut yang diperolehnya. Ia memaknai angka satu bukan sekadar identitas dalam kontestasi, melainkan simbol komitmen untuk mengutamakan pelayanan dan membawa perubahan.


“Alhamdulillahirobbil'alamin, segala puji bagi Allah SWT. Saya mendapatkan nomor urut 1. Bagi saya, ini adalah pertanda baik, angka persatuan, dan awal untuk perubahan,” ujar Hj. Wiwi.


Ia menegaskan, nomor urut tersebut harus menjadi pengingat bahwa calon kepala desa memiliki tanggung jawab untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.


“Nomor 1 adalah simbol bahwa kita harus menjadi yang pertama dalam niat baik, pertama dalam melayani masyarakat, dan pertama dalam memajukan Desa Cengkong,” katanya.


Hj. Wiwi pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sesepuh desa, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga berbagai kelompok masyarakat, untuk bersama-sama membangun Cengkong.


Menurutnya, kemajuan desa tidak cukup hanya mengandalkan figur pemimpin, tetapi membutuhkan kebersamaan, partisipasi warga, serta tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan publik.


“Mohon doa restu dan dukungan dari seluruh warga Desa Cengkong. Mari kita kembalikan Desa Cengkong menjadi desa yang juara, religius, sejahtera, dan bermartabat,” ucapnya.


Janjikan Pemerintahan Transparan dan Pembangunan Merata


Di balik semangat pencalonannya, Hj. Wiwi menyatakan bahwa keinginannya maju sebagai calon kepala desa bukan semata-mata mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.


Ia menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan desa yang transparan, mendorong pembangunan secara merata, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Perhatian terhadap kaum perempuan, termasuk ibu-ibu majelis taklim, juga menjadi bagian dari gagasan yang disampaikannya.


“Insyaallah, jika saya diberikan amanah menjadi Kepala Desa Cengkong, saya akan menjadi ibu bagi semua warga. Saya akan menghadirkan pemerintahan desa yang transparan, pembangunan yang merata, dan pemberdayaan UMKM serta ibu-ibu majelis taklim yang lebih maju. Cengkong harus lebih baik,” tegasnya.


Pernyataan tersebut menjadi pesan awal yang disampaikan Hj. Wiwi kepada masyarakat. Namun, komitmen itu nantinya akan diuji melalui program kerja yang terukur, keterbukaan pengelolaan anggaran, serta kemampuan pemerintah desa menjawab kebutuhan warga secara adil.


H. Mulyadi Tegaskan Dukungan kepada Sang Istri


Sementara itu, H. Mulyadi menyatakan akan terus mendukung langkah istrinya dalam mengikuti Pilkades Cengkong. Ia menilai Hj. Wiwi memiliki pengalaman berorganisasi dan bermasyarakat yang dapat menjadi modal dalam menjalankan pengabdian di tingkat desa.


“Saya sebagai suami akan selalu mendukung penuh perjuangan istri saya. Hj. Wiwi adalah sosok perempuan tangguh, peduli, dan sudah terbiasa berorganisasi serta bermasyarakat. Saya yakin di tangan beliau, Desa Cengkong akan lebih maju,” ujar Mulyadi.


Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Hj. Wiwi dalam proses Pilkades yang akan datang.


Meski demikian, perolehan nomor urut 1 bukanlah jaminan kemenangan. Hasil akhir tetap ditentukan oleh pilihan masyarakat dalam pemungutan suara.


Bagi Hj. Wiwi Kurnia dan para pendukungnya, nomor urut tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyampaikan gagasan kepada warga.


Kini, tantangan sesungguhnya adalah meyakinkan masyarakat bahwa janji transparansi, pemerataan pembangunan, dan pemberdayaan ekonomi dapat diwujudkan menjadi program nyata.


Pilkades Cengkong pun menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai setiap calon berdasarkan rekam jejak, visi, program, serta komitmen mereka terhadap masa depan desa.



• Fitri 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dapat Nomor Urut 1, Hj. Wiwi Kurnia Serukan Persatuan, Desa Cengkong Harus Lebih Baik!

Terkini

Iklan