![]() |
| Kesepakatan damai terkait persoalan tim basket SMAN 1 Karawang. |
KARAWANG — Persoalan yang sempat mencuat terkait kegiatan olahraga basket di SMAN 1 Karawang akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Orang tua siswa Ahmad M dan pelatih berinisial RK sepakat berdamai setelah menjalani mediasi yang difasilitasi pihak sekolah.
Sebelumnya, persoalan tersebut menjadi perhatian setelah muncul pemberitaan di salah satu media online yang dinilai menggambarkan adanya kesalahpahaman terkait keikutsertaan siswa dalam kegiatan olahraga basket di lingkungan SMAN 1 Karawang.
Wakasek Bidang Kehumasan SMAN 1 Karawang, Sigit Wibowo, mengatakan mediasi telah mempertemukan kedua pihak. Berdasarkan hasil mediasi, persoalan tersebut disebut lebih disebabkan oleh miskomunikasi.
“Alhamdulillah, sudah terjadi islah di antara keduanya. Sudah dimediasi dan ternyata hanya miskomunikasi. Keduanya sudah saling memaafkan,” ujar Sigit dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).
Menurut Sigit, kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi kedua pihak untuk mengakhiri persoalan. Orang tua siswa dan pelatih juga sepakat menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif selama kegiatan latihan basket berlangsung.
Pihak sekolah memastikan siswa yang bersangkutan dapat kembali mengikuti kegiatan olahraga basket seperti sebelumnya. Sekolah berharap tidak ada lagi persoalan yang mengganggu proses latihan maupun perkembangan siswa dalam kegiatan tersebut.
“Keduanya sepakat untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif dalam pelatihan serta memastikan ananda dapat kembali mengikuti kegiatan seperti semula dengan nyaman,” katanya.
Sigit berharap penyelesaian secara kekeluargaan tersebut menjadi langkah positif bagi seluruh pihak. Dengan adanya kesepahaman, kegiatan olahraga di SMAN 1 Karawang diharapkan kembali berjalan dengan baik dan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat serta prestasi.
Pihak sekolah juga menekankan pentingnya komunikasi antara siswa, orang tua, pelatih, dan sekolah. Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar setiap persoalan dapat segera diselesaikan dan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas. (*)
