Produksi Tembus 1,4 Juta Ton, Karawang Masuk 10 Besar Daerah Penghasil Beras Nasional
![]() |
| Foto : Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh saat siaran langsung di CNN Indonesia Newsroom. (CNN Indonesia) |
Karawangsatu.com - Karawang | Kabupaten Karawang kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional. Hal tersebut mengemuka dalam siaran langsung CNN Indonesia Newsroom bertajuk “Swasembada Pangan: Karawang Lumbung Pangan Nasional”, Selasa (13/1/2026) pukul 16.48 WIB, yang menghadirkan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. bersama anchor Hernof Al Basyir.
Dalam perbincangan tersebut, Bupati Karawang yang akrab disapa Kang Aep memaparkan capaian, tantangan, serta strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga eksistensi daerahnya sebagai sentral produksi padi dan gabah nasional.
Kang Aep menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang menunjuk Kabupaten Karawang sebagai lokasi Panen Raya Nasional. Kehadiran langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya di Kecamatan Cilebar menjadi bukti strategisnya peran Karawang dalam sistem pangan nasional.
“Alhamdulillah, Karawang dipercaya menjadi lokasi panen raya nasional, dan Presiden hadir langsung di Cilebar. Ini menegaskan bahwa Karawang memang salah satu sentral gabah terbesar di Indonesia,” ujar Kang Aep.
Ia menuturkan, panen raya tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi dari petani dan masyarakat. Kualitas padi yang dihasilkan dinilai sangat baik, mencerminkan kesuburan lahan serta keberhasilan pengelolaan pertanian di Karawang.
“Panen berjalan lancar, padinya bagus. Karawang dari dulu memang dikenal sebagai lumbung padi nasional,” tambahnya.
Produksi Gabah Lampaui Target Nasional
Bupati Aep mengungkapkan bahwa capaian produksi gabah Karawang pada tahun 2025 berhasil melampaui target nasional. Dari target 1,4 juta ton gabah kering panen, realisasi produksi mencapai 1.400.100 ton.
“Target 2025 sebesar 1,4 juta ton, dan alhamdulillah tercapai bahkan surplus. Ini membuktikan Karawang masih sangat kuat sebagai sentra produksi pangan nasional,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, Kementerian Pertanian kembali memberikan target peningkatan produksi kepada Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah pun optimistis target tersebut dapat tercapai melalui peningkatan produktivitas, kualitas gabah, serta penguatan peran petani dan kelompok tani.
“Secara kualitas, beras dan gabah Karawang sangat baik. Tinggal bagaimana produktivitasnya terus kita tingkatkan,” kata Kang Aep.
LP2B Jadi Benteng Pertanian Karawang
Menjawab tantangan pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan, Pemkab Karawang mengambil langkah strategis dengan mengunci lahan baku sawah melalui skema Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Kami sudah mengunci lebih dari 87 ribu hektare, hampir 88 ribu hektare lahan sawah dalam LP2B. Itu tidak bisa diotak-atik,” tegas Bupati Aep.
Kebijakan ini menjadi fondasi utama agar lahan pertanian di Karawang tetap terjaga dan tidak tergerus pembangunan non-pertanian.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Pemkab Karawang juga memberikan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk lahan sawah hingga tiga hektare per keluarga, berlaku selamanya.
“Kami ingin masyarakat tetap mau menjadi petani. Maka kami beri stimulus, PBB-P2 gratis maksimal tiga hektare per keluarga,” ujarnya.
Penopang Swasembada Pangan Nasional
Dalam siaran tersebut, Bupati Aep juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut target swasembada pangan empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Sepanjang 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras.
“Salah satu penopang swasembada pangan itu adalah Kabupaten Karawang dengan produksi gabah mencapai 1,4 juta ton,” ungkapnya.
Selain itu, Karawang turut menjalin kerja sama food estate dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekitar 5.000 hektare lahan sawah dikerjasamakan untuk menopang pasokan beras ibu kota, di mana gabah diproduksi di Karawang dan dikelola menjadi beras untuk kebutuhan Jakarta.
Atas kontribusi tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan, Rabu (7/1/2026).
Penghargaan ini menjadi pengakuan negara atas dedikasi Pemkab Karawang dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Aep, Karawang kini masuk jajaran 10 besar daerah penghasil beras nasional dan berperan strategis dalam pencapaian cadangan beras nasional sebesar 3 juta ton.
• NP

Post a Comment