Siswi SD Karawang ‘Hilang’, Ternyata Terjebak Seharian di Lemari Rumah Sendiri
![]() |
| Foto: Kapolsek Purwasari Iptu Herawati, Pengurus Desa Cengkong dan Orang Tua GA |
Karawangsatu.com - Karawang | Warga Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, sempat digegerkan dengan kabar hilangnya seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) berinisial GA. Setelah hampir satu hari pencarian, GA akhirnya ditemukan di tempat yang tak terduga: di dalam lemari rumahnya sendiri.
Peristiwa ini bermula pada Selasa pagi (13/1/2026). Seperti biasa, sekitar pukul 07.00 WIB, GA berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat ke sekolah. Namun hingga siang hari, ia tak kunjung pulang ke rumah.
Menurut keterangan sejumlah saksi, GA sempat terlihat berada di gerbang sekolah. Namun bukannya masuk ke lingkungan sekolah, ia justru berbalik arah dan berjalan kembali menuju rumah.
Setelah itu, keberadaannya menjadi misteri karena tidak terlihat kembali keluar rumah maupun berada di lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut membuat panik pihak keluarga. Upaya pencarian pun dilakukan secara masif, melibatkan pihak sekolah, kerabat, pengurus RT/RW, hingga aparat desa. Informasi anak hilang juga disebarluaskan melalui media sosial.
Kapolsek Purwasari, Iptu Herawati, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan keluarga GA bahkan sudah berniat membuat laporan resmi ke kepolisian.
“Pihak keluarga sudah berencana membuat laporan orang hilang. Namun saya sarankan agar dilakukan pencarian ulang secara menyeluruh di sekitar rumah terlebih dahulu,” ujar Herawati, Kamis (14/1/2026).
Pencarian kemudian diperluas ke rumah kerabat, teman-teman GA, serta sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban. Namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya, Herawati bersama keluarga kembali melakukan penyisiran ulang di dalam rumah.
“Setelah dicek kembali secara menyeluruh, anak tersebut ditemukan di dalam lemari. Kondisi pintu lemari memang cukup sulit dibuka,” jelasnya.
Saat ditemukan, GA dalam kondisi lemah akibat tidak makan dan minum hampir selama satu hari penuh. Kepada petugas dan keluarganya, GA mengaku bersembunyi di dalam lemari karena takut dimarahi orang tuanya akibat datang terlambat ke sekolah. Namun naas, pintu lemari macet sehingga ia tidak bisa keluar.
“Pengakuannya, ia khawatir dimarahi karena jam masuk sekolah sudah lewat. Ia lalu bersembunyi, tetapi tidak bisa keluar karena pintu lemari tersangkut,” tutur Herawati.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua dan lingkungan sekitar agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, terutama terkait rasa takut dan tekanan yang mereka rasakan dalam keseharian.
• Rls/Red

Post a Comment