143 Pejabat Dilantik, Bupati Dadang Supriatna Tekankan Reformasi Kinerja dan Akhiri Zona Nyaman Birokrasi
![]() |
| Foto : Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melakukan rotasi dan promosi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. (Ist) |
Karawangsatu.com - Kabupaten Bandung | Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melakukan rotasi dan promosi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Sebanyak 143 pejabat administrator, pengawas, pejabat fungsional tertentu, dan fungsional dengan tugas tambahan resmi dilantik dan diambil sumpahnya di Gedung Moh Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Jumat (27/2/2026).
Pelantikan pejabat eselon III dan IV tersebut berlangsung maraton, hanya berselang sepekan dari pelantikan sebelumnya pada Jumat (20/2/2026). Intensitas rotasi ini menandai langkah konsolidasi birokrasi yang tengah dipercepat di tubuh Pemkab Bandung.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari strategi penguatan kinerja organisasi pemerintahan.
“Saya menginginkan tunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik. Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan profesionalisme. Jadilah pemimpin yang mampu menginspirasi bawahan dan dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya.
Tinggalkan Zona Nyaman
Kang DS secara terbuka meminta para pejabat yang baru dilantik untuk keluar dari zona nyaman dan lebih adaptif terhadap dinamika masyarakat yang terus bergerak cepat.
Ia menekankan bahwa birokrasi tidak boleh stagnan di tengah arus transformasi digital dan perubahan sosial yang masif.
Menurutnya, pejabat harus menjadi pelopor inovasi, bukan sekadar pelaksana rutinitas. Adaptif, responsif, dan progresif menjadi tiga kata kunci yang ditekankan dalam menghadapi tantangan pemerintahan modern.
“Tolong tingkatkan etos kerja dan integritas agar kinerja dan pelayanan publik dapat semakin cepat dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Benahi Sistem, Percepat Layanan
Bupati juga memberi pesan khusus agar para pejabat memulai tugas dengan pembenahan konkret: memperbaiki sistem kerja, menyederhanakan prosedur, meningkatkan kualitas layanan, hingga memanfaatkan teknologi informasi secara efektif dan akuntabel.
Ia menilai Kabupaten Bandung membutuhkan aparatur yang mampu berpikir solutif, bekerja kolaboratif, dan bertindak transformatif. Birokrasi yang lamban dan sektoral, menurutnya, harus ditinggalkan.
“Sumpah dan janji yang telah diucapkan menjadi kontrak moral dan spiritual yang dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Ingat, jabatan harus dimaknai sebagai amanah dan pengabdian,” pesannya.
Arahkan ke Visi “Bandung Lebih Bedas”
Pelantikan ini disebut sebagai bagian dari langkah strategis mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Kabupaten Bandung Lebih Bedas dengan tata kelola pemerintahan profesional, pelayanan publik prima, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Bupati mengajak seluruh pejabat dan ASN memperkuat sinergi lintas perangkat daerah serta menghapus ego sektoral yang kerap menghambat percepatan program.
“Hilangkan ego sektoral, perkuat koordinasi, dan kedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” tandasnya.
Lebih jauh, Kang DS mengaitkan reformasi birokrasi di Kabupaten Bandung sebagai bagian dari kontribusi nyata menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Ia menargetkan Kabupaten Bandung menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Dengan rotasi dua gelombang dalam dua pekan, publik kini menanti konsistensi dan dampak nyata dari perombakan struktural tersebut: apakah benar menjadi akselerator pelayanan publik, atau sekadar dinamika rutin birokrasi.
• Dimas

Post a Comment