Staf Humas Universitas Singaperbangsa Karawang Minta Maaf, Akui Komunikasi Dengan Pers Picu Polemik
![]() |
| Foto : Staf Hubungan Masyarakat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nurhali |
Karawangsatu.com - Karawang | Staf Hubungan Masyarakat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nurhali, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada insan pers menyusul polemik pemberitaan terkait interaksinya dengan sejumlah jurnalis yang menjadi perhatian publik dan organisasi profesi media.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan ke meja Redaksi Karawang Satu, pada Senin (23/2), Nurhali mengakui adanya persepsi negatif yang muncul akibat pemberitaan tersebut.
Ia menyebut komunikasi yang dilakukannya dinilai oleh sejumlah pihak kurang mencerminkan profesionalisme dan etika hubungan media yang semestinya dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan.
“Pemberitaan tersebut telah menimbulkan persepsi negatif terhadap cara komunikasi saya kepada insan pers,” tulisnya.
Picu Reaksi Organisasi Pers
Polemik ini turut memicu reaksi dari sejumlah organisasi profesi pers. Mereka menilai interaksi yang terjadi berpotensi merendahkan martabat profesi jurnalistik dan menimbulkan kesan adanya pembatasan peliputan.
Nurhali menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah maksudnya. Ia menyatakan penyesalan apabila sikap atau pernyataannya dipersepsikan sebagai bentuk pembatasan terhadap kerja jurnalistik.
Tegaskan Komitmen pada Kebebasan Pers
Dalam klarifikasinya, Nurhali juga menegaskan komitmennya terhadap kebebasan pers dan penghormatan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Ia menyatakan mendukung kerja jurnalis profesional tanpa hambatan maupun intimidasi, serta mengakui kemungkinan adanya kesalahpahaman konteks maupun cara penyampaian dalam komunikasi yang terjadi.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media atas kata-kata atau tindakan yang dianggap kurang tepat,” ujarnya.
Buka Ruang Dialog dan Klarifikasi
Sebagai bentuk tanggung jawab, Nurhali menyatakan kesiapan untuk memperbaiki hubungan dengan media melalui dialog yang lebih terbuka dan profesional.
Ia juga menyatakan kesediaan menggunakan mekanisme hak jawab atau klarifikasi resmi apabila terdapat kekeliruan informasi.
Permohonan maaf ini diharapkan menjadi momentum perbaikan hubungan antara institusi dan media, sekaligus memperkuat komitmen terhadap keterbukaan informasi publik yang sehat dan akurat.
Pernyataan tersebut ditutup dengan harapan agar hubungan konstruktif antara Unsika dan insan pers dapat terus terjalin dengan baik ke depan.
• Nupo

Post a Comment