Search
  • Lingkungan
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Infrastruktur
  • Parlemen
KARAWANG SATU
Home Surplus Beras Besar-besaran, Pemerintah Hadapi Ujian Kelola 5 Juta Ton Cadangan Surplus Beras Besar-besaran, Pemerintah Hadapi Ujian Kelola 5 Juta Ton Cadangan

Surplus Beras Besar-besaran, Pemerintah Hadapi Ujian Kelola 5 Juta Ton Cadangan

Mustapid
Mustapid
23 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Foto : Menteri Pertanian, Amran Sulaiman 

Karawangsatu.com - Karawang | Pemerintah mencatat tonggak baru dalam pengelolaan pangan nasional. Stok beras Indonesia resmi menembbus angka lebih dari 5 juta ton per 23 April 2026, sebuah capaian yang diklaim sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, memastikan langsung angka tersebut melalui inspeksi mendadak (sidak) ke JDP Karawang 1 Logistic Park, Kamis pagi. 

Dalam kunjungan itu, ia didampingi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

“Per hari ini, pukul 08.55 WIB, stok beras nasional mencapai lebih dari 5 juta ton. Ini bukan hanya angka, ini sejarah baru bagi Indonesia,” ujar Amran di lokasi.

Gudang yang ditinjau merupakan fasilitas milik swasta yang disewa Bulog untuk menampung Cadangan Beras Pemerintah (CBP). 

Langkah penyewaan ini menjadi solusi atas lonjakan produksi dalam negeri yang tidak lagi tertampung oleh gudang milik negara.

Di Karawang sendiri, kapasitas gudang sewaan mencapai 102 ribu ton, dengan tingkat keterisian saat ini sekitar 80 ribu ton. Dalam dua minggu ke depan, gudang tersebut diperkirakan akan penuh.

Lonjakan stok ini memaksa Bulog memperluas kapasitas penyimpanan secara nasional. Saat ini, total kapasitas gudang milik Bulog sekitar 3 juta ton. 

Namun, tambahan sewaan gudang telah mencapai 2 juta ton dan akan terus bertambah sekitar 1 juta ton lagi.

“Artinya, total kapasitas penyimpanan kita akan mendekati 6 juta ton. Ini langkah antisipatif agar tidak ada hasil panen petani yang terbuang,” jelas Amran.

Di balik angka tersebut, pemerintah melihat sinyal kuat kemandirian pangan yang mulai terbentuk. Amran menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang 2025, dan optimisme yang sama dibawa ke tahun 2026.

“Dengan stok sebesar ini, kita optimistis tidak perlu impor beras. Ini hasil kerja bersama petani, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Namun demikian, capaian ini juga membawa tantangan baru. Melimpahnya stok menuntut pengelolaan distribusi yang efisien agar tidak memicu pemborosan, penurunan kualitas beras, atau tekanan harga di tingkat petani.

Pemerintah kini diuji bukan hanya dalam meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan manajemen stok yang presisi—agar surplus tidak berubah menjadi beban.

Rekor telah tercapai. Pertanyaan berikutnya: mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan stabilitas harga?


• NP 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe
pinterest Follow

Featured Post

Sinergi Tiga Pilar di Tangerang: Polisi, GANN, dan Media Perketat Barisan Lawan Narkotika

Mustapid- April 23, 2026 0
Sinergi Tiga Pilar di Tangerang: Polisi, GANN, dan Media Perketat Barisan Lawan Narkotika
Foto :  Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang saat menerima kunjungan strategis dari DPP Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Banten bersama sej…

Most Popular

WFH Diterapkan, Perumdam Tirta Tarum Karawang Tetap Kejar Target 12 Ribu Pelanggan Baru

WFH Diterapkan, Perumdam Tirta Tarum Karawang Tetap Kejar Target 12 Ribu Pelanggan Baru

April 16, 2026
Baru Dilantik Prabowo Subianto, Ketua Ombudsman RI Tersandung Kasus

Baru Dilantik Prabowo Subianto, Ketua Ombudsman RI Tersandung Kasus

April 16, 2026
INFISA Kecam Lambannya Repatriasi, Nyawa Pelaut RI Dipertaruhkan di Negeri Transit

INFISA Kecam Lambannya Repatriasi, Nyawa Pelaut RI Dipertaruhkan di Negeri Transit

April 16, 2026

Recent Comments

Editor Post

Modus Paket Tertukar Mengatasnamakan JNE, Warga Subang Kehilangan Rp2 Juta Dalam Sekejap

Modus Paket Tertukar Mengatasnamakan JNE, Warga Subang Kehilangan Rp2 Juta Dalam Sekejap

January 29, 2026
Eks Pejabat Karawang Kritik Oknum Humas UNSIKA, Dinilai Gagal Bangun Citra Kampus

Eks Pejabat Karawang Kritik Oknum Humas UNSIKA, Dinilai Gagal Bangun Citra Kampus

February 23, 2026
Bupati Karawang Aep Syaepuloh Rotasi 353 Kepala Sekolah

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Rotasi 353 Kepala Sekolah

April 01, 2026

Popular Post

WFH Diterapkan, Perumdam Tirta Tarum Karawang Tetap Kejar Target 12 Ribu Pelanggan Baru

WFH Diterapkan, Perumdam Tirta Tarum Karawang Tetap Kejar Target 12 Ribu Pelanggan Baru

April 16, 2026
Baru Dilantik Prabowo Subianto, Ketua Ombudsman RI Tersandung Kasus

Baru Dilantik Prabowo Subianto, Ketua Ombudsman RI Tersandung Kasus

April 16, 2026
INFISA Kecam Lambannya Repatriasi, Nyawa Pelaut RI Dipertaruhkan di Negeri Transit

INFISA Kecam Lambannya Repatriasi, Nyawa Pelaut RI Dipertaruhkan di Negeri Transit

April 16, 2026

Labels

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Peristiwa

Populart Categoris

KARAWANG SATU

About Us

Karawangsatu.com adalah portal berita nomor satu di Kabupaten Karawang. Menyajikan informasi daerah menjadi mendunia. .

Contact us: WA: 081223185317

Follow Us

© Newspaper by Mustafid
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Advertisement
  • Pedoman Media Suber