Baru Dibangun Enam Bulan, Jembatan Cipondoh Karawang Sudah Roboh
![]() |
| Foto : Jembatan pengganti Cipondoh di Kampung Cikampak Utara, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, dilaporkan roboh meski usia pembangunannya belum genap satu tahun |
Karawangsatu.com - Karawang | Jembatan pengganti Cipondoh di Kampung Cikampak Utara, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, dilaporkan roboh meski usia pembangunannya belum genap satu tahun. Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Karawang Tahun 2025 itu kini menjadi sorotan warga karena ambruk setelah diterjang arus deras akibat hujan.
Berdasarkan informasi di lokasi, proyek pembangunan jembatan tersebut memiliki nomor kontrak 027/…./10.2.01.0031.6.3/KPA-JLN/PUPR/2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp189.193.000.
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Cahaya Utama Empatbelas dengan spesifikasi panjang 4,50 meter dan lebar 6,50 meter.
Kerusakan diketahui terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan debit air meningkat tajam hingga menghantam bagian penyangga jembatan.
Pantauan di lokasi pada Kamis (28/5/2026), sejumlah pekerja mulai melakukan pembongkaran dan perbaikan bagian jembatan yang ambruk. Namun, robohnya jembatan yang belum lama dibangun itu memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas konstruksi dan pengawasan proyek.
Enung, salah seorang pekerja di lokasi, mengatakan proses perbaikan sebenarnya diminta dilakukan lebih awal, namun sempat tertunda.
“Kalau kata bos mah sebenarnya suruh mulai Selasa. Tapi karena tanggung mau Lebaran, takut kalau dibongkar terus hujan lagi malah tambah parah,” ujar Enung kepada wartawan.
Ia menyebut derasnya arus air menjadi faktor utama penyebab robohnya bagian jembatan tersebut.
“Dulu ada turap, tapi roboh. Jadi bagian ini ikut ambruk. Ini baru sekali robohnya,” katanya.
Meski demikian, warga menilai penyebab kerusakan tidak bisa semata-mata dibebankan pada faktor cuaca. Sebab, jembatan yang baru dibangun sekitar enam bulan lalu seharusnya mampu bertahan menghadapi kondisi hujan yang lazim terjadi di wilayah tersebut.
Ade, warga sekitar, menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembangunan dan sistem penahan arus air di sekitar jembatan.
“Ambruknya hari Jumat karena air besar. Harusnya ditambah U-Ditch atau penahan supaya tidak roboh lagi,” ucapnya.
Peristiwa ini memicu kritik warga terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur yang menggunakan uang rakyat namun diduga tidak memperhitungkan kekuatan konstruksi secara matang.
Warga meminta Pemerintah Kabupaten Karawang melalui dinas terkait tidak hanya melakukan tambal sulam sementara, tetapi juga mengevaluasi kualitas pekerjaan, pengawasan proyek, hingga perencanaan teknis pembangunan.
Pasalnya, robohnya jembatan dalam waktu singkat dinilai bukan sekadar dampak cuaca ekstrem, melainkan alarm serius terhadap mutu pembangunan infrastruktur daerah.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen agar akses masyarakat kembali aman dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Post a Comment