![]() |
| Logo HUT KAHMI ke-60. |
KARAWANG — Memperingati Hari Lahir Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-60 pada 17 September 2026, Majelis Daerah (MD) KAHMI Karawang menyiapkan sejumlah kegiatan yang menggabungkan refleksi, silaturahmi, dan olahraga bersama.
Koordinator Presidium MD KAHMI Karawang, Muslim Hafidz, mengatakan peringatan enam dekade KAHMI menjadi momentum untuk mempererat hubungan antaralumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
“Enam puluh tahun KAHMI adalah perjalanan panjang. Karena itu, kami ingin merayakannya dengan sederhana, hangat, dan membahagiakan. Ada kegiatan yang bersifat reflektif, tetapi ada juga kegiatan yang happy dan membangun kebersamaan,” ujar Muslim Hafidz.
Sejumlah kegiatan yang disiapkan MD KAHMI Karawang meliputi potong tumpeng, lomba catur, dan pertandingan minisoccer. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan bagi para alumni dengan suasana yang lebih santai.
Potong tumpeng menjadi bagian dari peringatan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan KAHMI selama enam dekade. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum doa dan harapan agar organisasi terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, lomba catur mengedepankan strategi, kecerdasan, dan sportivitas. Adapun pertandingan minisoccer menjadi sarana olahraga sekaligus mempertemukan para alumni dalam suasana kebersamaan.
“Catur mengajarkan kita berpikir, minisoccer mengajarkan kita bekerja dalam tim. Keduanya sederhana, tetapi punya nilai kebersamaan,” kata Muslim, yang merupakan lulusan Magister Pascasarjana Universitas Indonesia.
Menurut Muslim, KAHMI merupakan rumah besar bagi alumni HMI yang memiliki latar belakang profesi dan pengalaman beragam. Karena itu, momentum milad dinilai dapat dimanfaatkan untuk kembali memperkuat hubungan antarsesama alumni.
“Di tengah kesibukan masing-masing, kadang kita membutuhkan ruang untuk bertemu, bercanda, berolahraga, dan duduk bersama. Dari suasana seperti itulah silaturahmi tumbuh,” ujarnya.
Muslim menambahkan, memasuki usia ke-60, KAHMI diharapkan tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga semakin dekat dengan masyarakat.
“Semangatnya sederhana: gagasan tetap jalan, silaturahmi tetap terjaga, badan tetap sehat, dan hati tetap bahagia,” katanya. (*)
