![]() |
| Proyek Drainase dan Pedestrian Jalan Tuparev I, Karawang Timur. Posisi u-ditch dipasang lebih tinggi dari badan jalan. |
KARAWANG – Proyek drainase dan Pedestrian Jalan Tuparev I, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan setelah u-ditch yang telah terpasang terlihat lebih tinggi dari badan jalan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga terkait fungsi drainase saat hujan.
Proyek drainase Jalan Tuparev I berada di sebelah barat lampu merah perempatan Johar menuju Karawang Kota. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah u-ditch telah terpasang dengan posisi lebih tinggi dibandingkan permukaan badan jalan.
Selain persoalan ketinggian, pada bagian u-ditch yang telah terpasang juga belum terlihat lubang yang berfungsi sebagai akses masuk air hujan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air dari badan jalan membutuhkan jalur masuk menuju saluran drainase.
Proyek tersebut dikerjakan CV Sabda Emas Sejahtera dengan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Karawang sebesar Rp9.891.237.500. Pekerjaan tersebut tercantum dalam kontrak Nomor 027.2/083/SDA/2026.
![]() |
| Papan informasi proyek. |
Saat dikonfirmasi mengenai kondisi u-ditch tersebut, pelaksana proyek, Aris Susanto, mengatakan pekerjaan masih dalam proses. Ia mengarahkan wartawan untuk melakukan konfirmasi kepada bagian perencanaan PUPR Kabupaten Karawang.
“Bisa ke perencanaan bang. Proses pekerjaan belum selesai,” ujar Aris melalui aplikasi pesan WhatsApp, Sabtu (12/9/2026).
Aris juga menjelaskan bahwa u-ditch yang telah terpasang nantinya akan dibuat lubang untuk mengalirkan air dari permukaan jalan.
“Masih ada pesestrian Bung... nanti di akhirnya akan ada lubang,” ujarnya.
Namun, pantauan di lokasi menunjukkan sebagian u-ditch yang telah terpasang sudah ditutup menggunakan tanah. Bahkan, pada sejumlah bagian terlihat material tanah telah dipadatkan.
Menurut penuturan warga sekitar, pekerjaan proyek drainase dan pedestrian tersebut diperkirakan telah berlangsung sekitar satu minggu. Warga juga mempertanyakan posisi u-ditch yang terlihat lebih tinggi dibandingkan badan jalan.
“Ada seminggu mah,” ujar warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Warga khawatir kondisi tersebut dapat memengaruhi aliran air ketika hujan turun. Sebab, apabila permukaan drainase lebih tinggi daripada badan jalan, air hujan dinilai berpotensi tidak mengalir secara optimal menuju saluran.
“Nanti pas musim hujan ini akan banjir, soalnya bagaimana air bisa mengalir kalau drainasenya lebih tinggi dari jalan. Emang air bisa loncat?,” ujar warga.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) PUPR Kabupaten Karawang dan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban.
Dengan nilai proyek mencapai hampir Rp10 miliar, kondisi pekerjaan tersebut menjadi perhatian publik. Penjelasan pelaksana bahwa pekerjaan belum selesai menjadi dasar bahwa kondisi akhir drainase masih menunggu penyelesaian seluruh tahapan pekerjaan. (*)

