Penataan Besar Rengasdengklok Dimulai, Pemkab Karawang Jajaki Integrasi Pasar dan Infrastruktur
![]() |
| Foto : Peninjauan lapangan dipimpin Asisten Daerah (Asda) I Setda Karawang, Ridwan Salam, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Kepala Disperindagkop UKM, Dindin Rachmady. |
Karawangsatu.com - Karawang | Pemerintah Kabupaten Karawang mulai mematangkan rencana besar penataan terpadu kawasan Kecamatan Rengasdengklok.
Langkah ini tak sekadar pembenahan fisik, tetapi juga upaya strategis menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat yang selama ini tersebar dan kurang tertata.
Peninjauan lapangan dipimpin Asisten Daerah (Asda) I Setda Karawang, Ridwan Salam, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Kepala Disperindagkop UKM, Dindin Rachmady.
Mereka menyisir sejumlah titik krusial, mulai dari eks kewadanaan, pasar lama, hingga ruang terbuka hijau.
Ridwan menegaskan, konsep penataan harus disusun secara komprehensif dan hati-hati, mengingat banyaknya kepentingan yang terlibat.
Ia mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan dampak negatif bagi kelompok tertentu.
“Penataan ini bukan hanya soal merapikan kawasan, tapi juga memastikan semua pihak mendapat manfaat. Jangan sampai ada yang dirugikan,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).
Salah satu poin krusial dalam rencana tersebut adalah wacana perluasan pasar yang masih dalam tahap kajian.
Pemerintah daerah, kata Ridwan, tengah merumuskan model terbaik agar kawasan perdagangan bisa terintegrasi dengan infrastruktur dan ruang publik secara selaras.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM, Dindin Rachmady, menyebut kunjungan ini sebagai tahap awal untuk memetakan persoalan nyata di lapangan.
Ia mengakui, kompleksitas masalah di Rengasdengklok menuntut pendekatan lintas sektor.
“Kita sedang ‘belanja masalah’. Dari pasar, eks kantor kecamatan lama, hingga ruang terbuka hijau semua akan dirumuskan dalam satu konsep terpadu lintas OPD,” katanya.
Dukungan datang dari pihak swasta. PT Visi Indonesia Mandiri, pengelola Pasar Proklamasi, menyatakan komitmennya terhadap rencana penataan tersebut.
General Manager perusahaan, Handi Wijaya, menilai langkah ini sebagai momentum penting untuk memperkuat fungsi pasar sebagai pusat ekonomi utama.
“Dengan penataan terintegrasi, Pasar Proklamasi bisa menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Namun, ia juga menyoroti pentingnya sentralisasi aktivitas perdagangan. Menurutnya, penyebaran pedagang di berbagai titik justru melemahkan potensi ekonomi kawasan.
“Kami berharap Pasar Proklamasi menjadi satu-satunya pasar utama di Rengasdengklok, agar aktivitas ekonomi lebih terarah dan dampaknya maksimal,” tegasnya.
Rencana ini bukan tanpa tantangan. Sentralisasi pasar kerap memicu resistensi, terutama dari pedagang yang telah lama beraktivitas di lokasi lain. Karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama.
Pemkab Karawang memastikan, penataan kawasan Rengasdengklok akan melibatkan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah dan swasta, tetapi juga masyarakat.
Fokusnya pun tidak terbatas pada pasar, melainkan mencakup pembangunan infrastruktur, penataan ruang, serta penyediaan ruang publik yang representatif.
Jika berhasil dieksekusi dengan tepat, Rengasdengklok berpeluang bertransformasi menjadi kawasan ekonomi baru yang lebih tertata, produktif, dan memiliki daya tarik kuat bukan hanya bagi warga lokal, tetapi juga bagi investor dan pengunjung dari luar daerah. (***)

Post a Comment