![]() |
| Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P. |
KARAWANG — Suasana semarak Piala Dunia 2026 masih terasa di Kabupaten Karawang. Momentum tersebut dimanfaatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., saat memimpin apel pada Senin (20/7/2026) dengan menyampaikan filosofi sepak bola sebagai inspirasi dalam pola kerja aparatur pemerintah.
Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa olahraga sepak bola tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga sarat makna yang dapat diterapkan dalam dunia kerja, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Ia menyebutkan, terdapat empat unsur utama dalam sepak bola yang relevan untuk meningkatkan budaya kerja dan etos kinerja ASN.
“Karena Spanyol juara, jadi temanya sepak bola. dalam sepak bola ada empat unsur yang dapat diterapkan dalam bekerja yaitu kerja sama, pembagian peran, taktik dan strategi, serta mental," ujar sekda.
Sekda menjelaskan pentingnya kerja sama tim dan tidak ada keberhasilan yang diraih secara individu, semua membutuhkan kolaborasi yang solid.
Selain itu, pembagian peran yang jelas juga menjadi kunci keberhasilan, di mana setiap individu harus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing agar tujuan bersama dapat tercapai secara optimal.
Sekda juga menyoroti pentingnya taktik dan strategi dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Menurutnya, perencanaan yang matang akan mempermudah dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Tak kalah penting, mental yang kuat juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Ia mengingatkan agar seluruh ASN tetap tangguh, disiplin, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai dinamika pekerjaan.
Dengan mengadopsi nilai-nilai tersebut, Sekda berharap seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Karawang dapat meningkatkan kinerja, pelayanan publik, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Apel yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh para ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang dengan penuh antusias, sekaligus menjadi momentum refleksi dalam meningkatkan kualitas kerja ke depan. (*)
