![]() |
| Manager UPT Bekasi, Indra Kurniawan. |
KARAWANG — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) meresmikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Tangguh Bencana di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Kamis (20/8/2026).
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta memperkuat sarana dan prasarana kebencanaan di wilayah ring 1 Gardu Induk (GI) Tegalherang.
Desa Sukamakmur berada di sekitar aliran Sungai Citarum dan Sungai Cibeet sehingga memiliki potensi banjir. Kondisi tersebut menjadi perhatian PLN karena GI Tegalherang pernah terdampak banjir.
Manager UPT Bekasi, Indra Kurniawan, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan masyarakat dan pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
“Kami ingin masyarakat di sekitar GI Tegalherang memiliki kapasitas yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat. Dengan kesiapan masyarakat dan dukungan sarana yang lebih baik, kami berharap risiko dapat diminimalkan sekaligus mendukung operasional PLN tetap berjalan secara andal,” ujar Indra.
Camat Telukjambe Timur, Ade Setiawan, mengapresiasi dukungan PLN terhadap kesiapan masyarakat Desa Sukamakmur. Menurutnya, program tersebut relevan dengan kondisi wilayah yang memiliki potensi bencana banjir.
“Program ini sangat relevan dengan kondisi Desa Sukamakmur. Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana, sehingga desa menjadi lebih siap dan tangguh,” kata Ade.
Kepala BPBD, Usep Supriatna, menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana. Ia menyebut masyarakat berada di garis terdepan ketika bencana terjadi sehingga kapasitas di tingkat desa perlu diperkuat.
“Masyarakat merupakan garda terdepan ketika bencana terjadi. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kesiapan di tingkat desa sangat penting agar respons awal dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Usep.
Direktur Salam AID, Luthfi Kurnia, selaku pendamping program mengatakan kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Ia menilai potensi bencana di Desa Sukamakmur perlu diantisipasi meskipun waktu kejadiannya tidak dapat dipastikan.
“Potensi bencana di Sukamakmur memang ada, tetapi kapan bencana itu terjadi tidak ada yang tahu. Karena itu, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan masyarakat sedini mungkin. Ketika kapasitas, pengetahuan, dan sarana sudah tersedia, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi apa pun,” ujar Luthfi.
Melalui Program Desa Tangguh Bencana, PLN UIT JBT mendorong kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, pendamping program, dan masyarakat. Program tersebut diharapkan memperkuat ketahanan warga Sukamakmur sekaligus mendukung operasional ketenagalistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan. (*)
