Iklan

terkini

Warga CKM Lemahmulya Tolak Pembangunan Drainase dan Akses Jalan dari Perumahan MPR

Mustapid
20 Agustus 2026, 17:34 WIB Last Updated 2026-08-20T10:36:15Z
Pemblokiran jalan dan saluran drainase dari Perumahan MPR oleh warga CKM Desa Lemahmulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang.

KARAWANG — Warga Perumahan Citra Karawang Megah (CKM), Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, menolak rencana pembangunan drainase dan akses jalan dari Perumahan Mulya Permata Residence (MPR) yang terhubung ke kawasan CKM. Penolakan disampaikan karena warga khawatir aliran air dari MPR memperbesar risiko banjir dan akses kendaraan mengganggu kenyamanan lingkungan.


Keberatan utama warga berkaitan dengan rencana pengaliran air pembuangan dari Perumahan MPR menuju saluran drainase CKM. Warga menyebut saluran di kawasan CKM belum tersambung dengan saluran pembuangan yang mengarah ke sungai.


Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan ketika hujan turun. Warga menyebut air tidak dapat mengalir secara optimal sehingga dapat menyebabkan banjir di lingkungan Perumahan CKM.


"Aliran pembuangan di perumahan CKM ini buntu, belum nyambung ke pembuangan yang mengarah ke sungai. Ketika hujan turun, air tidak bisa mengalir dan akibatnya banjir. Apalagi ditambah dengan air dari Perumahan PMR," ujar warga, Sabtu (15/8/2026).


Warga menilai kondisi saluran yang belum memiliki aliran pembuangan akhir perlu menjadi perhatian sebelum air dari kawasan MPR dialirkan ke lingkungan CKM. Mereka khawatir tambahan debit air justru meningkatkan beban saluran yang sudah ada.


Selain drainase, warga Perumahan CKM juga menolak rencana akses jalan yang menghubungkan Perumahan MPR dengan kawasan CKM. Keberatan tersebut berkaitan dengan pengalaman warga ketika pembangunan Perumahan MPR masih berlangsung.


Menurut warga, kendaraan pengangkut material proyek sempat melintas hingga malam hari. Aktivitas tersebut disebut mengganggu aktivitas dan waktu istirahat warga yang tinggal di Perumahan CKM.


Bagi warga, persoalan akses jalan tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Warga menilai penggunaan jalan kawasan perumahan perlu mempertimbangkan kondisi dan fungsi jalan lingkungan.


Polemik drainase dan akses jalan Perumahan MPR di Desa Lemahmulya kini menjadi perhatian warga CKM. Penolakan tersebut didasarkan pada kekhawatiran terhadap risiko genangan serta aktivitas kendaraan yang dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan.


Saat awak media mendatangi Perumahan MPR, tidak ada pengembang dilokasi. Berdasarkan keterangan warga CKM, pengembang Perumahan MPR berkantor di gedung BKM Land yang lokasinya di Perumahan CKM.


Namun saat awak media mendatangi gedung BKM Land, seorang karyawan perempuan didampingi petugas bernama Novan mengatakan bahwa pengembang Perumahan MPR tidak berkantor disana.


"Kantornya di Gokgik, bukan di sini," ungkapnya singkat.


Hingga berita ini ditayangkan, upaya untuk konfirmasi masih terus dilakukan. (*)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Warga CKM Lemahmulya Tolak Pembangunan Drainase dan Akses Jalan dari Perumahan MPR

Terkini

Iklan