Kesehatan Balita Terancam, Genset dan Tenda Minim, Darurat Banjir di Purwadana Telukjambe Timur Karawang
![]() |
| Foto : Warga Desa Purwadana, Lukman N Iraz saat mengungsi ketempat yang lebih aman dari lokasi banjir. |
Karawangsatu.com - Karawang | Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Karawang dalam beberapa hari terakhir membawa petaka bagi warga Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur.
Luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet menggenangi permukiman, memaksa warga menghadapi malam-malam panjang tanpa listrik, tanpa air bersih, dan penuh kecemasan.
Air bah terus merangkak naik, merendam rumah-rumah warga hingga melumpuhkan aktivitas sehari-hari. Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Lukman N Iraz, tokoh pemuda setempat yang juga Ketua Pemuda Panca Marga serta Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi AMKI Kabupaten Karawang.
“Air terus naik, dan sekarang listrik sudah padam. Lampu penerangan mati total,” ujar Lukman dengan nada cemas, Minggu (18/1/2026) malam.
Padamnya listrik memperparah situasi. Saat malam tiba, warga hanya mengandalkan cahaya seadanya, sementara genangan air kian meninggi. Lebih memprihatinkan lagi, banjir juga memutus akses warga terhadap air bersih.
“Kami kesulitan air bersih untuk keperluan sanitasi. Saat ini hanya di kantor Desa Purwadana yang masih bisa dimanfaatkan,” katanya.
Di tengah kondisi darurat tersebut, wilayah Sumedangan disebut menjadi salah satu titik paling mengkhawatirkan. Banyak balita dan kelompok rentan terdampak banjir, sementara fasilitas penunjang keselamatan masih sangat terbatas.
“Sumedangan sangat membutuhkan genset dan tenda pengungsian. Di sana banyak balita, mereka paling rentan,” ungkap Lukman.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang telah menurunkan tim evakuasi ke lokasi terdampak.
Upaya penanganan darurat turut melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Rescue Karang Taruna untuk membantu evakuasi dan pendampingan warga.
Namun, di tengah upaya tersebut, derita warga Purwadana masih belum usai. Genangan air yang belum surut, keterbatasan logistik, serta ancaman penyakit pascabanjir menjadi bayang-bayang yang menghantui.
Warga berharap uluran tangan dan perhatian serius dari berbagai pihak, sebelum banjir ini merenggut lebih banyak harapan.
• Irfan

Post a Comment