![]() |
| PT Freyabadi Indotama Karawang yang konsisten menerapkan Teknologi Heat Pump. |
KARAWANG – Di tengah tekanan global penurunan emisi karbon, PT Freyabadi Indotama di Karawang membuktikan efektivitas teknologi heat pump. Perusahaan ini mencatat potensi penghematan biaya operasional hingga Rp744,2 juta per tahun sekaligus penurunan emisi sebesar 145,5 ton CO₂ per tahun.
Langkah ini dijalankan melalui proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa dekarbonisasi industri dapat berjalan efektif menggunakan teknologi yang tersedia.
Direktur Konservasi Energi Ditjen EBTKE, Gigih Udi Atmo, menegaskan efisiensi energi adalah kunci menurunkan emisi nasional dan memperkuat daya saing industri. Pemerintah menargetkan, sektor efisiensi energi berkontribusi 37 persen pada target penurunan emisi tahun 2030.
“Berbagai hasil audit energi menunjukkan bahwa penerapan teknologi efisiensi energi mampu menurunkan konsumsi energi sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan,” ujar Gigih, Senin (3/8/2026). Kebijakan ini juga didukung PP Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi.
Sektor manufaktur selama ini menjadi pengguna energi terbesar yang masih bergantung pada bahan bakar fosil. Hal ini membebani biaya operasional sekaligus meningkatkan emisi gas rumah kaca, sehingga solusi efisiensi menjadi sangat krusial diterapkan.
Koordinator Dekarbonisasi Proyek SETI, Johannes Anhorn, menilai langkah PT Freyabadi Indotama membuktikan efisiensi energi adalah strategi bisnis yang menguntungkan. Sebab, biaya energi dapat menyumbang 20–30 persen dari total biaya produksi industri.
Menurut Johannes, hambatan utama dekarbonisasi adalah minimnya contoh nyata implementasi. Oleh karena itu, proyek percontohan ini diharapkan menjadi bukti teknis dan finansial yang meningkatkan kepercayaan pelaku industri lain untuk beralih.
Factory Manager PT Freyabadi Indotama, Adi Christian, menjelaskan penggunaan heat pump merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang sebelumnya juga telah memasang panel surya. Dukungan proyek SETI membantu mulai dari penilaian hingga tahap implementasi.
Penyedia teknologi, Mohamad Ubaidillah dari PT Cakrawana Adi Perkasa, mengungkapkan sistem heat pump dengan nilai COP 3,47 ini memberikan dampak signifikan. Data awal menunjukkan penghematan biaya produksi hingga ratusan juta rupiah serta pengurangan beban lingkungan.
Keberhasilan di Karawang ini menjadi bukti bahwa transformasi industri rendah karbon tidak harus rumit dan mahal. Diharapkan, model ini menjadi referensi luas bagi industri nasional untuk menjaga daya saing di tengah tuntutan rantai pasok global yang semakin ketat. (*)
