Iklan

terkini

Upah Pekerja Belum Dibayar, Proyek Rehabilitasi SDN Panyingkiran IV Terhenti

Mustapid
15 September 2026, 16:08 WIB Last Updated 2026-09-15T09:13:30Z
Proyek rehabilitasi SDN Panyingkiran IV Kecamatan Rawamerta.

KARAWANG – Proyek rehabilitasi SDN Panyingkiran IV, Kabupaten Karawang, terancam tersendat setelah sejumlah pekerja mengaku belum menerima upah selama sekitar dua hingga tiga minggu. Kondisi tersebut bahkan membuat para pekerja memilih berhenti bekerja sementara, Selasa (15/9/2026).


Pekerja menyebut pembayaran upah hingga kini belum berjalan sebagaimana yang dijanjikan. Mereka mengaku hanya menerima uang kasbon dalam jumlah terbatas, sementara kebutuhan sehari-hari dan ongkos menuju lokasi pekerjaan tetap harus dipenuhi.


Salah seorang pekerja, Asep, mengaku telah bekerja sekitar dua minggu sebagai kenek namun belum menerima pembayaran upah secara penuh. Menurutnya, sebagian pekerja juga telah bekerja sejak pembongkaran genteng atau sekitar tiga minggu lalu.


“Dari dua minggu bekerja di proyek rehabilisasi SDN Panyingkiran IV ini saya selaku kuli belum dapat upah kerja. Dari dua minggu gaji engga ada, kasbon engga ada, kerja suruh jalan terus,” tutur Asep.


Ia mengatakan, jumlah pekerja di lokasi sekitar tujuh orang yang terdiri dari tiga tukang dan empat kenek. Menurut Asep, beberapa pekerja hanya menerima kasbon Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.


“Namanya udah kerja tiga minggu, kok kasbon baru dikasih 100, ada yang udah 200 ribu. Karena masuknya enggak bareng,” ujarnya.


Asep berharap persoalan pembayaran upah segera diselesaikan agar para pekerja dapat kembali bekerja dengan tenang. Ia menegaskan, para pekerja pada dasarnya tidak mempermasalahkan pekerjaan dan siap melanjutkan pembangunan selama hak mereka dipenuhi.


Persoalan tersebut juga dibenarkan Wakil Komite SDN Panyingkiran IV, Nurjaya, yang biasa disapa Ketu. Ia mengatakan sejak awal terdapat pembicaraan bahwa pembayaran pekerja dilakukan setiap dua minggu, sementara kasbon diberikan setiap minggu.


Nurjaya mengaku telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada mandor dan pihak pemborong. Ia khawatir keterlambatan pembayaran upah justru berdampak terhadap kelanjutan rehabilitasi sekolah.


“Saya bilang secara langsung ke mandor dan pemborong itu kapan gajian para pekerja ini udah dua minggu. Dan saya katakan ke mandor jangan sampai dikatakan pekerjaan terbengkalai kalau tidak turun gaji,” ungkap Nurjaya.


Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang dikhawatirkan muncul apabila pekerjaan terus terhenti. Selain mendapat sorotan orang tua murid terkait kondisi bangunan sekolah, pihak sekolah juga mengejar penyelesaian pekerjaan karena musim hujan segera tiba.


“Ketiga kita dituntut oleh pekerja-pekerja menuntut masalah gaji yang tersendat dua minggu. Makanya dari sekarang udah kita usulkan ke mandor dan ke pemborong masalah gaji tersebut,” katanya.


Nurjaya menyebut para pekerja akhirnya memilih tidak masuk kerja atau berhenti sementara pada Selasa (15/9/2026). Ia berharap mandor dan pemborong segera menyelesaikan pembayaran sehingga pekerjaan rehabilitasi dapat kembali berjalan.


“Saya selaku wakil komite kepada mandor dan pemborong secepatnya membayar upah pekerja agar bisa berjalan lagi pekerjaannya dan cepat selesai karena sebentar lagi mau musim hujan,” tutup Nurjaya.


Proyek rehabilitasi SDN Panyingkiran IV tersebut disebut dilaksanakan oleh PT Ristoan Tri Laras. Namun, hingga berita ini disusun, belum terdapat penjelasan dari pihak perusahaan maupun mandor terkait alasan keterlambatan pembayaran upah pekerja.


Persoalan pembayaran upah tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut hak pekerja sekaligus kelancaran rehabilitasi fasilitas pendidikan. Penyelesaian pembayaran diharapkan dapat dilakukan segera agar pekerjaan tidak berlarut dan kebutuhan siswa terhadap ruang belajar yang layak tetap terpenuhi. (***)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Upah Pekerja Belum Dibayar, Proyek Rehabilitasi SDN Panyingkiran IV Terhenti

Terkini

Iklan